مرحبا أهلا وسهلا بحضوركم

Kamis, 02 Februari 2012

TASAWUF

MUTIARA NASIHAT SAYID AL HADAD

WIRID SEBAGAI RUTINITAS IBADAH

Senantiasalah engkau ramaikan waktumu dengan amal ibadah,sehingga tidak terlewatkan sedetikpun dari siang dan malam kecuali untuk melakukan kebaikan agar menjadi nyata barakah waktumu dan faedah umurmu.Berkata Hujjatul Islam Imam Al Ghazali : Sebaiknya engkau bagi waktumu untuk membaca wirid-wirid yang  terjadwal dengan tertib.Jangan membuang-buang waktu.Sebab waktu adalah umurmu,dan umurmu adalah modal yang paling berharga bagi perdaganganmu di dunia ini untuk memperoleh keuntungan bisa datang ke tempat kenikmatan yang abadi (syurga) di sisi Allah SWT.Setiap tarikan nafasmu adalah mutiara yang tak ternilai harganya.Jika lewat tanpa faedah maka hilang sudah tak akan pernah bisa terulang kembali.

Hendaklah bacaan wirid yang engkau amalkan tidak dibatasi hanya satu macam wirid, karena bacaan wirid yang bermacam-macam  dan bergantian secara periodik banyak memberi keberkahan .Setiap satu wirid yang dibaca pasti akan membekas di hati dan menjadi penerang , penolong serta memperoleh  derajat kedudukan dari Allah SWT. Ketika engkau mau berganti-ganti bacaan wirid maka akan terselamatkan dari perasaan bosan dan malas.Berkata Ibnu Atha’illah Asyadzily rahimahullah :Ketika  Allah yang Haq mengetahui  kebosanan pada dirimu maka Allah memberi macam-macam cara beribadah yang beragam. Wirid-wirid yang dibaca akan menjadi penerang batin dan kontrol anggota lahir.Hal ini tidak bisa dirasakan kecuali jika melakukannya secara disiplin dan terus menerus.Untuk dapat melakukannya maka hendaklah dibuat jadwal dan waktu yang khusus untuk bacaan wirid tertentu.Apabila sekali waktu lupa hendaklah diqadla’ (diulang) sehingga akan membiasakan diri untuk tidak lupa membacanya.Berkata tuanku Seikh Sayyid Abdurrahman Assegaf ra. :

من لم يكن له ورد فهو قرد
Barang siapa tidak punya kebiasaan membaca wirid maka bagaikan seekor kera

Berkata seorang ahli ma’rifat :
الواردات من حيث الاوراد فمن لم يكن له ورد فى ظاهره لم يكن له وارد في سرائره
Inspirasi ilahiyyah [1] akan diperoleh dari seberapa bacaan wirid yang diamalkan.Barang siapa lahirnya tidak punya amalan membaca wirid  maka batinnya tidak akan mempunyai inspirasi ilahiyah.
Senantiasalah engkau serius dalam setiap amal ibadahmu dan pilihlah amal ibadah sunat yang sekiranya engkau mampu untuk mengerjakannya dengan istiqamah ( kontinyu). Rasulullah SAW. bersabda :
احب الاعمال الى الله ادومها وان قل
Amal yang paling disukai Allah adalah amal yang terus menerus walaupun sedikit

خذوا من الاعمال ما تطيقون فان الله لايمل حتى تملوا
Pilihlah amal ibadah yang engkau sekalian mampu istiqamah mengerjakannya,(karena kalau memaksakan amal yang engkau tidak mampu tentu akan cepat bosan dan tidak bertahan lama) Allah tidak akan pernah bosan memberi pahala sampai kamu sekalian  merasa bosan sendiri.

Diantara tipu daya syetan adalah pada mulanya membujuk seseorang untuk melakukan amal ibadah sebanyak-banyaknya dan berlebihan dengan tujuan hendak membuat orang tadi pada akhirnya sama sekali tidak melanjutkan amaliyahnya karena bosan. Amalan yang hendaknya diamalkan  setiap hari sebagai wirid (rutinitas) adalah berupa shalat sunat,membaca Al Qur an,membaca ilmu agama,dzikir dan tafakkur.Seyogyanya shalat sunat yang menjadi amal keseharianmu dimaksimalkan melebihi  yang sudah ada.Tentukan waktu dan bilangan rakaat yang engkau sekiranya mampu istiqamah melaksanakannya. Para salafusshalih (ulama pendahulu) ada yang shalat sunatnya sehari semalam seribu rakaat seperti Imam Ali bin Husein ra. Dan ada yang lima ratus rakaat,juga ada yang tiga ratus rakaat.Di dalam shalat terdapat dua bentuk  ibadah.Bentuk ibadah lahiriyah dan batiniyah .Ibadah Shalatnya seseorang tidak akan berharga disisi Allah kecuali telah memenuhi bentuk lahiriyah dan hakikat batiniyah. Bentuk lahiriyah adalah berupa rukun-rukun shalat dan adab-adabnya.Sedangkan hakikat batiniahnya adalah menghadirkan hati kalau sedang bersama Allah,niat yang ikhlas karena Allah semata,tetap fokus dan menghadap Allah dengan segenap keseriusan serta konsentrasi pikiran pada shalat.
Shalat-shalat sunat yang seyogyanya diamalkan meliputi :
1.Shalat sunat  qabliyah  atau ba’diyah (shalat sunat yang mengiringi sebelum dan sesudahnya shalat fardlu)
2.Shalat sunat witir
Rasulullah SAW. bersabda :
الوتر حق ومن لم يوتر فليس منا
Shalat witir adalah haq dan barangsiapa tidak mengerjakan shalat witir maka tidak termasuk mengikuti sunahku.
Bilangan shalat witir minimal tiga rakaat dan maksimal sebelas rakaat.
3. Shalat Dhuha.
Adalah shalat yang diberkahi dan banyak manfaatnya.Bilangan rakaatnya minimal dua rakaat dan maksimal delapan rakaat atau menurut sebagian pendapat dua belas rakaat.
4.Shalat sunat diantara waktu maghrib dan Isyak.Jumlah rakaatnya dua rakaat dan maksimal duapuluh rakaat sedangkan  tengah-tengahnya adalah enam rakaat.
Rasululla SAW. bersabda :
من صلى بين العشائين ركعتين بنى الله له بيتا فى الجنة
Barangsiapa shalat sunat dua rakaat antara maghrib dan isyak maka Allah akan membangunkannya rumah di syurga.
من صلى بعد المغرب ست ركعات لايتكلم بينهن بسوء عدلن له عبادة اثنتى عشرة سنة
Barang siapa  setelah shalat maghrib melakukan shalat sunat enam rakaat tanpa diselingi pembicaraan yang buruk maka pahalanya akaan menyamai pahala beribadah selama duabelas tahun.
Menghidupkan waktu antara maghrib dan Isya’ dengan amalan-amalan shalat sunat  adalah sunah Rasul. Ahmad bin Abi Al Hawari pernah meminta petunjuk gurunya  Syekh Abu Sulaiman rahimahumallah  tentang baik yang mana antara menjalankan puasa sunat atau menghidupkan waktu antara maghrib dan isya’.Jawab gurunya : Kalau bisa engkau lakukan kedua-duanya .Abu Sulaiman beralasan jika melakukan keduanya ia tidak bisa karena kalau siang puasa maka ketika waktu maghrib nantinya akan disibukkan dengan berbuka.Akhirnya gurunya menasihati untuk lebih baik menghidupkan waktu antara maghrib dan isyak  saja.


Senantiasalah engkau membiasakan shalat malam .Rasulullah SAW bersabda :
افضل الصلاة بعد المكتوبة صلاة الليل
Shalat yang paling utama setelah shalat fardlu adalah shalat malam.

عليكم بقيام الليل فانه دأب الصالحين قبلكم ومقربة لكم الى ربكم ومكفرة للسيئات ومنهاة عن الاثم ومطردة للداء عن الجسد
Senantiasalah mengerjakan shalat malam, karena hal ini sudah menjadi kebiasaan orang-orang shalih sebelum kamu.Dan dapat mendekatkan dengan Tuhanmu.Menghapus dosa-dosa , mencegah dari perbuatan dosa dan dapat menjadi penolak penyakit dari badan.
Shalat sunat setelah sembahyang Isyak sudah termasuk dinamakan  qiyamullail.Tetapi apabila shalat sunat itu dikerjakan sesudah bangun tidur malam maka akan lebih menistakan setan dan memerangi hawa nafsu dan akan banyak mendapatkan rahasia ilmu yang menakjubkan.Shalat ini dinamakan shalat tahjjud sebagaimana Firman Allah SWT:    
  Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji.(QS.Al Israa’ :79)

Tidak baik bagi seorang yang sedang meniti jalan akhirat meninggalkan ibadah malam.Bagaimanapun seseorang yang menghendaki wusul (sampai) kepada Allah  akan selalu mencari nilai amaliyah yang  lebih dan senantiasa menghadang  pemberian Allah disepanjang waktunya siang dan malam.
Rasulullah SAW bersabda :
ان فى الليل لساعة لايوافقها عبد مسلم يسأل الله خيرا من امر الدنيا والاخرة الا اعطاه اياه وذلك كل ليلة
Sesungguhnya pada waktu malam terdapat saat yang barang siapa memohon kepada Allah pada saat itu baik perihal kebaikan dunia maupun akhirat pasti akan dikabulkan .Dan saat mustajab tadi terdapat disemua waktu malam.(HR.Muslim)

Ada dalam sebagian kitab-kitab samawi disebutkan :Telah berdusta orang yang mengaku cinta kepada-Ku tetapi ketika kegelapan malam menyelimuti ia tidur meninggalkanKu.Tidakkah seorang yang dimabuk cinta akan selalu rindu berkhalwat (bersunyi-sunyi) dengan  kekasihnya ?
Berkata Syekh Ismail bin Ibrahim Al Jabrati ra. : Segala kebaikan terkumpul pada malam hari dan tidak di sematkan pangkat kewalian kepada seorang kekasih Allah  kecuali pada waktu malam.
Berkata tuanku sayyid  Al Idrus Abdullah bin Abu Bakar  : Barang siapa ingin mendapatkan kebeningan hati maka senantiasalah menghadap Allah dengan hati nelangsa ditengah malam.
Rasulullah SAW bersabda :
ينزل الله كل ليلة الى السماء الدنيا حين يبقى ثلث الليل الاخير فيقول هل من داع فاستجيب له هل من مستغفر فاغفر له هل من سائل فاعطيه هل من تائب فاتوب عليه حتى يطلع الفجر
Setiap malam  Allah menurunkan rahmat-Nya di langit dunia ketika tersisa sepertiga malam yang akhir.Allah berfirman : Adakah yang memohon kepada-Ku ?maka akan Aku kabulkan.Adakah yang minta ampunan? ,maka ia aku ampuni .Adakah yang mengajukan pinta?maka ia aku beri.Adakah yang bertaubat?maka aku terima taubatnya. Hal ini berlangsung sampai terbitnya fajar.
Dalam ibadah malamnya seorang yang Arif billah akan mendapatkan derajat kemuliaan, sentuhan lembut di hati berupa kenikmatan dekat dengan Allah,perasaan senang dan nyaman bersamaNya,indahnya munajat dan bercakap dengan-Nya.Sampai-sampai ia berkata : jika memang penghuni syurga akan mendapati seperti apa yang aku rasakan ini maka benar-benar mereka mendapatkan kehidupan yang indah. Seorang ahli ma’rifat lainnya berkata : Seorang ahli ibadah malam yang  larut terbawa dalam kekhusyukan ibadah malamnya sama seperti pemusik yang  larut terbawa dalam kesyahduan irama musiknya.Ada lagi yang berkata : Tidak ada yang menyusahkan dan merisaukan diriku selama empat puluh tahun ini kecuali terbitnya fajar.Perasaan menikmati ibadah malam ini tidak akan didapat kecuali setelah lama menelan pahitnya perjuangan dan sabar memikul cobaan yang berat dalam beribadah malam.  

Jika ditanyakan apa bacaan shalat malam dan berapa bilangan rakaatnya?Ketahuilah bahwa Rasulullah SAW. tidak menentukan bacaan khusus dalam shalat tahajudnya.Tetapi yang baik adalah dengan membaca surat-surat Al Qur an secara tertib dan berkesinambungan.Dibaca sedikit demi sedikit dalam tiap-tiap shalat malam sehingga bisa dikhatamkan 30 juz dalam sebulan atau lebih tergantung menurut kondisi dan kemampuan.



[1] Waridat atau inspirasi ilahiyah : Anugerah Allah yang datang serta merta dan  mendadak. Tidak ada syarat khusus atau persiapan dari seorang hamba.Suatu ketika seorang hamba menerima waridat dari Allah dan seketika itu juga tanpa pikir panjang ia merasa ingin untuk melakukan ibadah. HIKMAH 69-Al Waridat Al Ilahiyah-Oleh :KH.Muhammad Wafi MZ.Lc.M.Si. hal.2. 

Jumat, 27 Januari 2012

PROGRAM


                                    PROGRAM
Pendidikan dan Latihan (Diklat)
Ahlus Sunnah Wa Al-Jama’ah (Aswaja)

   “Aswaja Dari Pembiasaan ke Pemahaman”                           


Pendahuluan

Telah diketahui bersama ,dampak dari kemunculan berbagai paham yang mengatasnamakan Ahlus Sunnah Wa-Al Jama’ah ini,bagi warga NU banyak mengalami kebingungan,kebimbangan dan pada akhirnya sebagaian diantara mereka hanyut,bahkan larut dalam ideologi keagamaan mereka. Hal ini  disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap islam khususnya ajaran Ahlussunah wal Jama’ah.Sehubungan dengan itu  maka Pimpinan Cabang  Nahdlatul Ulama bersama lembaga-lembaga di bawahnya berupaya untuk menyegarkan kembali pemahaman ajaran Ahlussunah wal Jama’ah dalam konteks Aswaja sebagai haluan perjuangan  Jam’iyah Nahdlatul Ulama’. Untuk itu perlu adanya pelatihan ,dialog dan pembahasan secara koperhensif yang melibatkan banyak pihak diantaranya adalah Ulama’,Cedikiawan dan masyarakat pesantren melalui kegiatan pelatihan.

Nama Dan Tema  Acara

Kegiatan ini bernama Diklat Wawasan Ahlus Sunah Wa Al-Jamaah. Dan diadakan satu hari dengan tema Aswaja Dari Pembiasaan ke Pemahaman ::

Tujuan

1.Menumbuhkan generasi NU yang konsisten dengan arah haluan   perjuangannya. 

2.Membentuk  intelektual muslim NU 

3.Mengembangkan strategi perjuangan NU 

Peserta

Adapun jumlah peserta diklat ini diperkirakan  200 orang dengan sasaran peserta adalah :

1.Badan-badan otonom  NU 30%.
2.Lembaga-lembaga  NU 20%.
3.MWC NU 50 %          

Waktu Dan Tempat Pelaksanaan

Hari/Tanggal               :     Sabtu Pahing/18 Februari  2012
Waktu                          :     08.00 s/d 13.00 Wib
Tempat                        :   Aula STAINU Temanggung (Gedung baru)

Penyelenggara

Acara ini diselenggarakan oleh PC NU Kab. Temanggung bekerja sama dengan lembaga-lembaga dibawahnya (MWC,LBMNU,Lajnah Talif wa Al- Nasyr,LAKPESDAM)




          Lampiran-lampiran 


Lampiran 1


SUSUNAN PANITIA

Penasihat               :    KH.Tajuddin Lc.
                                    PC NU Kab.Temanggung

Panitia             

Ketua                      :   K.M.Furqon
                                 (Katib Syuriah NU)
Wk.Ketua                    Mahsun, M.S.i

Wk.Ketua                : Miftahul Hadi

Sekretaris               :    H.Muhammad Syakur
                                    (Sekretaris LBMNU)
Wk.Sekretaris          :Syukron ,S.Pd.I
                
Bendahara              :    Nurdin Wahid
Wk. Bendahara       :    Drs. Khoiron



Seksi-Seksi :

Seksi Acara                :  1. Mahzum
                                      2. Jafar Shodiq
                                      3.K. Rofiq Zakariya
                                            
Humas                        :  1. Slamet Jafar
                                      2. H. Matori
                                      3. Faqih Dewantoro
                                      4. Hanif Masykuri

Seksi Keuangan           :  1. H. Jariyono
                                       2. Dedi Hariyadi, S.E.
                                       3. Agus Masud

Seksi Publikasi & Dok. : 1. Adib Rohani
                                       2. BEM STAINU

Seksi Perlengkapan     :  1. Al Amin
                                       2. Fathoni, S.Ag.
                                       3. PMII

Seksi Konsumsi            :  1. Nur Ahsan
                                        2. Abdul Rozak
                                        3. IPNU/IPPNU                                       

Seksi Keamanan           :   Banser       
        



Panitia Diklat ASWAJA
PC NU Temanggung



              K.M.FURQON
            Ketua

H.M.Syakur AH
  Sekretaris


         PC NU              Kab.Temanggung




     KH. Tajuddin Lc.

Mengetahui,





      Syuriah NU
 Kab. Temanggung



KH.Ya’kub Mubarok



   Lampiran 2                                                                                     
Susunan Acara
Diklat
AHLUS SUNNAH WA-AL JAMA’AH (ASWAJA)


1.                 Pembukaan

2.                 Sambutan-Sambutan

  a. Panitia Diklat
  b. Bupati  Temanggung
                 c. PC NU  Temanggung

3.   Diklat :

a.     Narasumber :  - KH. Muhyidin Abdushomad
                                    - Ustad Muhammad Idrus Romli

     b. Tema             : Aswaja dari Pembiasaan ke Pemahaman
 
    Sub judul : - Hujjah Akidah dan Amaliyah NU
Oleh : KH. Muhyiddin Abdusshomad
            (Rois Syuriyah PCNU Jember)
                                 - Aswaja dan Tantangan Ideologi Trans Nasional
          Oleh : Ustad Muhammad Idrus Ramli
                     (Tim ASWAJA Center PWNU JATIM)

     c.  Dialog Interaktif
   
     d.  Pembahasan

     e.  Ulasan/Kesimpulan.                                                                        
       
4. P e n u t u p

Kamis, 26 Januari 2012

HIKAYAT

Belas Kasih dan Pertolongan  Allah 


Dikisahkan dari Dzi Al Nuun Al Mishri rahimahullah :Suatu ketika aku hendak mencuci baju di sungai Nil .Tiba-tiba melintas seekor kalajengking yang sangat besar.Dengan terkejut aku minta perlindungan  kepada Allah dari bahaya sengatannya.Sampai di pinggir sungai  telah menunggu seekor katak yang besar  muncul dari dasar sungai,kemudian kalajengking tadi menyeberangi sungai dengan naik diatas punggungnya.Aku tidak berhenti mengikuti kedua hewan tersebut.Pada akhirnya sampailah  keduanya di seberang sungai.Kalajengkeng terus berjalan mendekati sebuah pohon yang besar dan rimbun.Di bawahnya tampak ada seorang pemuda yang tergeletak dalam keadaan mabuk.Melihat pemuda itu aku hanya mengelus dada dan berdoa   laa haulaa wa la quwwata illa billah.Kalajengking terus mendekati pemuda tadi.Aku mengira kalajengking hendak menyengatnya .Dalam hati aku  berpikir akan membunuh kalajengking itu jika sampai  membahayakan si pemabuk tadi.Tetapi tiba-tiba datanglah seekor ular besar menuju ke arah pemuda hendak memakannya.Seketika itu kalajengking menghadangnya dan terjadilah pertarungan sengit antara keduanya .Sampai akhirnya sengatan kalajengking mampu menembus kepala si ular dan mengakhiri hidupnya.Setelah mampu menaklukkan ular kalajengking tidak lantas menuju si pemuda tadi,tetapi berbalik kembali ke pinggir sungai.Dan di tempat itu katak yang tadi mengantarnya sudah menunggunya dan  kembali mengantar menyeberangi sungai menuju tempat semula ia datang.Setelah menyaksikan kedua hewan tadi pergi,aku kembali menuju tempat dimana pemabuk berada.Disampingnya aku lantunkan bait syair :

ياراقدا والجليل يحفظه    *   من كل سوء يكون فى الظلم

كيف تنام العيون عن ملك *   تأتيك منه فوائد النعم

Wahai tukang tidur ,bagaimana engkau ini  ? engkau selalu saja dalam gelapnya kesesatan. Sedang Allah Yang Maha Agung senantiasa  menjagamu dari setiap marabahaya.

Bagaimana  mata masih bisa  terpejam tidur, lupa kepada Allah ,sedang nikmat-nikmat-Nya tak pernah henti datang kepadamu.

Mendengar syair-syair yang aku bacakan ,pemabuk tersebut tiba-tiba terbangun .Kemudian aku ceritakan peristiwa yang telah terjadi.Mendengar kisahku si pemuda akhirnya sadar dan meninggalkan perilaku buruknya .Ia melepas segala kemewahan duniawi dan  mengganti dengan meniti jalan sufi sampai akhir hayatnya. Rahmatullahi alaih


Al Nawadir

Rabu, 25 Januari 2012

BAHTSUL MASAIL

ASILAH BAHTSUL MASAIL
LEMBAGA BAHTSUL MASAIL NAHDLATUL ULAMA (LBMNU)
PENGURUS CABANG  NU  TEMANGGUNG


                  DISKRIPSI MASALAH.

I.                    Keberagaman  kehidupan beragama di Indonesia yang diibaratkan sebagai negeri pelangi  sudah sejak lama berjalan damai.Tetapi seiring berjalannya waktu mulailah akhir-akhir ini  banyak terjadi  peristiwa berbau SARA. Adanya reaksi dari massa tentunya sebagai akibat dari adanya aksi yang kali pertama menyulut gejolak tadi,  misal : organisasi baru yg muncul mengatas namakan Islam seperti Ahmadiyah atau perbuatan oknum pengikut agama  tertentu yang berakibat meresahkan pihak pengikut Agama lain.Akan tetapi disisi yang lain ada juga usaha –usaha untuk merekatkan kembali persatuan dan kesatuan di negeri ini dari sebuah organisasi Islam  dengan mengadakan baksos (bakti sosial) berupa ikut mengamankan penyelenggaraan hari raya agama lain dan membersihkan  (dandan-dandan) tempat peribadatannya.

            Pertanyaan :

1. Apa hukum keberadaan pihak yang menjadi pemicu reaksi tadi?  
2.Apa tindakan yang harus dilakukan pemerintah sebagai waliyyul amri dhoruri bisyaukah  di negara ini  terhadap pihak yang punya potensi memicu gejolak di masyarakat?
3.Apa hukum melakukan kegiatan bakti sosial seperti di atas ?
4.Seberapakah batas toleransi beragama dalam Islam ?

(Pertanyaan dari MWC.Temanggung)

II.                 Bukan rahasia lagi ,bahwa kebanyakan dipentas pilkades (pemilihan kepala desa ) terjadi moneypolitic. Bakal calon kepala desa memberi sejumlah uang atau barang kepada tim sukses dan para pendukungnya untuk membantu mensukseskan kemenangannya.

Pertanyaan :

1.Bagaimana hukum menerima pemberian tersebut.
(pertanyaan dari MWC Selopampang)

III.               Seorang remaja  suatu ketika  asyik merokok di ruang dalam masjid.namun keasyikan itu hilang ketika Ustaz Aziz  masuk kemudian menegur dan mengusir mereka,karena menurut ustadz Aziz hal itu tidak sopan .Namun situasi menjadi lain ketika malam harinya yang bertepatan dengan haul desa yang diadakan di serambi Masjid .Tampak ustaz Aziz diserambi Masjid bersama warga yang sudah datang menunggu warga lainnya sambil merokok.
     
           Pertanyaan :

            1.Lepas dari polemik hukum rokok,bagaimana hukum merokok      dilingkungan Masjid (ruang dalam,serambi,tempat wudlu dll)
           
            (Pertanyaan dari : MWC Kaloran )


Jawaban  Bahtsul Masail
Tingkat Lembaga Bahtsul Masail (LBM)
PC.NU. Kab.Temanggung


Jawaban  :

I.                    1. Keberadaan pihak yang memicu gejolak dan persengketaan dimasyarakat adalah haram disebabkan adanya unsur memprovokasi
Ibarat kitab Is’adur Rafiq Juz 2 hal : 93
ومنها كل قول يحث احدا من الخلق على نحو فعل او قول شيئ او استماع الى شيئ محرم فى الشرع ولو غير مجمع على حرمته
                    
 2. Tindakan yang harus dilakukan pemerintah selaku Waliyyul Amri adalah menghilangkan dhoror / kerusakan di masyarakat. Dan  terhadap pelakunya adalah menghukum  ta’zir dan membubarkan organisasinya.

Ibarat kitab Al Fiqhu ala Mazahibi al Arba’ah ,juz 5 hal:407 cetakan Darul Fikri.
ويجب على كل رئيس قادر سواء كان حاكما او غيره ان يرفع الضرر عن مرءوسيه فلا يؤذيهم هو ولا يسمح لاحد ان يؤذيهم
ومما لا يشك فيه ان ترك الناس بدون قانون يرفع عنهم الاذى و الضرر يخالف هذا الحديث فكل حكم صالح فيه منفعة ورفع ضرر يقره الشرع ويرتضيه

                 Kitab  Ghayah Talkhisul Murad hal:263

يجب على الحاكم الوقوف على احكام الشرعية التى اقيم لها ولايتعداه الى احكام السياسة بل يجب عليه قهر من تعدى  ذلك وزجره وتعزيره وتعريفه ان الحق كذا

3. Hukum melakukan kegiatan  pengamanan hari raya agama lain dan membersihkan atau dandan-dandan tempat peribadatannya adalah  haram, karena termasuk mudahanatul kuffar.

Ibarat kitab Tafsir Munir juz 1, hal 94
لا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكافِرِينَ أَوْلِياءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أي لا يوال المؤمنون الكافرين لا استقلالا ولا اشتراكا مع المؤمنين وإنما الجائز لهم قصر الموالاة والمحبة على المؤمنين بأن يوالي بعضهم بعضا فقط. واعلم أن كون المؤمن مواليا للكافر يحتمل ثلاثة أوجه :
أحدهما : أن يكون راضيا بكفره ويتولاه لأجله. وهذا ممنوع لأن الرضا بالكفر كفر.
وثانيها : المعاشرة الجميلة في الدنيا بحسب الظاهر. وذلك غير ممنوع.
وثالثها : الركون إلى الكفار والمعونة والنصرة إما بسبب القرابة أو بسبب المحبة مع اعتقاد أن دينه باطل فهذا لا يوجب الكفر إلا أنه منهي عنه ، لأن الموالاة بهذا المعنى قد تجره إلى استحسان طريقته والرضا بدينه وذلك يخرجه عن الإسلام فهذا هو الذي هدد اللّه فيه بقوله : وَمَنْ يَفْعَلْ ذلِكَ أي الموالاة مع الكافرين بالاستقلال أو بالاشتراك مع المؤمنين فَلَيْسَ أي الموالي مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ أي ليس من ولاية اللّه في شيء يطلق عليه اسم الولاية إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقاةً أي لا تتخذوا الكافرين أولياء ظاهرا ، أو باطنا في حال من الأحوال إلا حال اتقائكم
من جهتهم اتقاء. والمعنى أن اللّه نهى المؤمنين عن مداهنة الكفار إلا أن يكون الكفار غالبين ، أو يكون المؤمن في قوم كفار فيداهنهم بلسانه مطمئنا قلبه بالإيمان دفعا عن نفسه من غير أن يستحل دما حراما أو مالا حراما ، أو غير ذلك من المحرمات ومن غير أن يظهر الكفار على عورة المسلمين. والتقية لا تكون إلا مع خوف القتل مع صحة النية.



4.Batasan toleransi beragama yang diperbolahkan : hubungan lahiriyah yang baik  dalam pergaulan sosial dengan orang kafir yang  tidak sampai pada taraf mudahanah (lunak, bermurah-murah hati dan hilangnya prinsip)

Ibarat kitab:TafsirMunirJuz1,hal .  94 
وثانيها : المعاشرة الجميلة في الدنيا بحسب الظاهر. وذلك غير ممنوع.

II. Hukum menerima pemberian tersebut adalah :
Haram (bagi si penerima)
Ibarat kitab Fatawi Al Subuki , juz 1 ,hal. 207 –cetakan Darul Ma’arif-

وملخص كلام العلماء فيما يعطي الحكام الأئمة والأمراء والقضاة والولاة وسائر من ولي أمرا من أمور المسلمين أنه إما رشوة وإما هدية أما الرشوة فحرام بالإجماع على من يأخذها وعلى من يعطيها وسواء كان الأخذ لنفسه أو وكيلا وكذا المعطي سواء أكان عن نفسه أو وكيلا ويجب ردها على صاحبها ولا تجعل في بيت المال إلا إذا جهل مالكها فتكون كالمال الضائع وفي احتمال لبعض متأخري الفقهاء أنها تجعل في بيت المال والمراد بالرشوة التي ذكرناها ما يعطى لدفع حق أو لتحصيل باطل وإن أعطيت للتوصل إلى الحكم بحق فالتحريم على من يأخذها كذلك وأما من لم يعطها فإن لم يقدر على الوصول إلى حقه إلا بذلك جاز وإن قدر إلى الوصول إليه بدونه لم يجز
وهكذا حكم ما يعطى على الولايات والمناصب يحرم على الآخذ مطلقا


III. Hukum merokok di lingkungan Masjid  :
      Haram ,karena merusak kehormatan masjid sebagai tempat yang dimuliakan.
    
 Ibarat :
 Kitab Hasyiyah al Bujairami,juz 1,hal.301 :

     قال على [ مر ] ومن الريح الكريه ريح الدخان المشهور الان

Kitab Qurratul ‘Ain Bifatawi Ismail Al Zein, hal. 225 :      

أما اذا كان فى المسجد كما ذكر فى السؤال او فى غيره من مجالس العلم فهو حرام لما فيه من انتهاك حرمة المكان لان الله تعالى يقول : فى بيوت أذن الله ان ترفع ويذكر فيها اسمه  اي اوجب الله وامر ان تعظم وتحترم  وشرب الدخان فيها ينافى الاحترام والتعظيم

Kitab Fathul Bari ,juz 2 ,hal.274 :


[ فائدة ] حكم رحبة المسجد وما قرب منها حكمه ولذلك كان صلي الله عليه وسلم اذ ا وجد ريحها فى المسجد امر باخراج من وجدت منه الى البقيع كما ثبت فى المسلم عن عمر رضي الله عنه
       
 
والله اعلم

Kamis, 12 Januari 2012

UBUDIYAH

Pengertian Mursyid




Mursyid adalah sebutan untuk seorang guru pembimbing dalam dunia thoriqoh, yang telah memperoleh izin dan ijazah dari guru mursyid diatasnya yang terus bersambung sampai kepada guru mursyid Shohibuth Thoriqoh yang musalsal dari Rasulullah SAW untuk mentalqin dzikir/ wirid thoriqoh kepada orang-orang yang datang meminta bimbingannya (murid). Dalam thoriqoh Tijaniyyah sebutan untuk mursyid adalah “muqoddam”.
Mursyid mempunyai kedudukan yang penting dalam ilmu thoriqoh. Karena ia tidak saja merupakan seorang pembimbing yang mengawasi murid-muridnya dalam kehidupan lahiriyyah sehari-hari agar tidak menyimpang dari ajaran islam dan terjerumus dalam kemaksiatan, tetapi ia juga merupakan pemimpin kerohanian bagi para muridnya agar bisa wushul (terhubung) dengan Allah SWT. Karena ia merupakan washilah (perantara) antara si murid dengan Allah SWT. Demikian keyakinan yang terdapat dikalangan ahli thoriqoh.
Oleh karena itu, jabatan ini tidak boleh di pangku oleh sembarang orang, sekalipun pengetahuannya tentang ilmu thoriqoh cukup lengkap.Tetapi yang terpenting ia harus memiliki kebersihan rohani dan kehidupan batin yang tulus dan suci.
Bermacam-macam sebutan yang mulia diberikan kepada seorang guru musyid ini; seperti Nasik (orang yang sudah mengerjakan mayoritas perintah agama), Abid (orang yang ahli dan ikhlas mengerjakan segala ibadahnya), Imam (orang yang ahli memimpin tidak saja dalam segala bentuk ibadah syariat, tetapi juga masalah aqidah/keyakinan), Syaikh (orang yang menjadi sesepuh atau yang dituakan dari suatu perkumpulan), Saadah (penghulu atau orang yang dihormati dan diberi kekuasaan penuh) dan lain sebagainya.
Syaikh Muhammad Amin Al-Kurdy, seorang penganut thariqah Naqsyabandiyah yang bermazhab syafi’i dalam kitabnya Tanwirul Qulub Fi Muamalati Allamil Ghuyub menyatakan bahwa yang dinamakan Syaikh/Mursyid itu adalah orang yang sudah mencapai maqom Rijalul Kamal, seorang yang sudah sempurna suluk/lakunya dalam syari’at dan hakikat menurut Al Qur’an, sunnah dan ijma’. Hal yang demikian itu baru terjadi sesudah sempurna pengajarannya dari seorang mursyid yang mempunyai maqom (kedudukan) yang lebih tinggi darinya, yang terus bersambung sampai kepada Rasulullah Muhammad SAW, yang bersumber dari Allah SWT dengan melakukan ikatan-ikatan janji dan wasiat (bai’at) dan memperoleh izin maupun ijazah untuk menyampaikan ajaran suluk dzikir itu kepada orang lain.
Seorang mursyid yang diakui keabsahanya itu sebenarnya tidak boleh dari seorang yang jahil, yang hanya ingin menduduki jabatan itu karena didorong oleh nafsu belaka.
Mursyid yang arif yang memiliki sifat-sifat dan kesungguhan seperti yang tersebut di atas itulah yang diperbolehkan memimpin suatu thariqah.
Mursyid merupakan penghubung antara para muridnya dengan Allah SWT, juga merupakan pintu yang harus dilalui oleh setiap muridnya untuk menuju kepada Allah SWT. Seorang syaikh /mursyid yang tidak mempunyai mursyid yang benar di atasnya, menurut Al-Kurdy, maka mursyidnya adalah syetan. Seseorang tidak boleh melakukan irsyad (bimbingan) dzikir kepada orang lain kecuali setelah memperoleh pengajaran yang sempurna dan mendapat izin atau ijazah dari guru mursyid di atasnya yang berhak dan mempunyai silsilah yang benar sampai kepada Rasulullah SAW.
Al-Imam Ar-Roziy menyatakan bahwa seorang syaikh yang tidak berijazah dalam pengajarannya akan lebih merusakkan terhadap para muridnya daripada memperbaikinya, dan dosanya sama dengan dosa seorang perampok, karena dia menceraikan murid-murid yang benar dari pemimpin-pemimpinnya yang arif.

Senin, 02 Januari 2012

FRAGMEN

SETITIK TAULADAN

Jampirejo adalah nama satu kelurahan di kota Temanggung.penduduknya bercampur baur antara komunitas muslim dan non muslim.Kehidupan terjalin dalam toleransi kuat antar anggota masyarakatnya.Sejarah berawal ketika pecah G 30 S PKI yang semula kehidupan mayarakat kacau dan terjadi banyak perselisihan, munculah sosok  lurah baru sebagai karteker dari lurah yang dicopot karena keterlibatannya dengan PKI.Pada saat itu lurah baru yang juga seorang kyai pengasuh pondok pesantren itu  tidak serta merta membabat habis kelompok rivalnya sebagaimana yang banyak terjadi di wilayah lain ,justru beliau banyak menjamin warganya yang menjadi anggota PKI (bukan tokohnya) untuk tidak diciduk,karena ternyata banyak dari mereka hanya ikut-ikutan dan tidak tahu-menahu dengan organisasi yang diikutinya.Pada akhirnya banyak dari mereka yang kembali kedalam pelukan Islam atau setidaknya anak turunnya menjadi muslim.Bahkan carik (sekretaris kelurahan) yang waktu itu dipegang kerabat dari lurah pertama yang di copot dan kebetulan beragama nasrani tetap dijadikan sekretarisnya ,tidak hanya itu hasil panen tanah bengkok masih diberikan kepada keluarga lurah yang dicopot dan telah diciduk  tadi.Alhasil berkat tauladan sang kyai yang sekaligus lurah  itu membuat warga non muslim menjadi sungkan dan bahkan ada yang akhirnya dari mereka mau menghibahkan tanahnya untuk di jadikan pekuburan umum .Sampai sekarang toleransi dan kerukunan warga kelurahan tersebut masih kuat.Hal ini dapat dilihat ketika ada kematian atau acara tradisi ngesur tanah (membuka tanah) sehari wafatnya seorang muslim ,hadir pada acara itu semua tetangga baik yang muslim atau non muslim.Pernah ada keponakan dari keluarga seorang nasrani masuk islam yang melangsungkan pernikahannya di rumah pamannya yang nasrani ,wal hasil akad nikah yang di saksikan pejabat KUA berlangsung di rumah yang banyak terpampang simbol-simbol nasrani.Resepsi secara islami pun berlangsung di tempat itu.Begitu pula ketika ada warga yang mau menunaikan ibadah haji,tetangga non muslim pun ikut bersama-sama yang muslim menengok haji.Banyak keluarga di kelurahan itu yang satu rumah beda agama.Kebanyakan karena disebabkan yang non muslim memeluk agama Islam (mu’alaf).Awalnya terjadi perselisihan tetapi pada akhirnya kembali lagi satu rumah dengan saling toleran dan menghormati.Ini adalah sekelumit buah dari suri tauladan pendiri Pondok Pesantren Al Huda – Al Hidayah  Mu’allimin Jampirejo Temanggung KH.Abdul Hadi Sofwan .Beliau pernah berguru kepada KH Dalhar Watucongol-Muntilan, KH Ihsan Jampes –Kediri, dan KH Baidlowi Lasem.Menjabat sebagai Katib Syuriyah Partai NU cabang Temanggung tahun 1955 - 1964.Ketua GP Anshor Cabang Temanggung tahun 1956 - 1959. Ketua Partai NU tahun 1967 - 1973.Ketua Tanfiziyah Jam’iyah Nahdlatul Ulama cabang Temanggung  tahun 1975 - 1987 .Ketua Tanfiziyah PWNU Jawa Tengah tahun 1987 s/d wafat.Wakil Ketua DPRD II Temanggung periode 1971.Periode1977-1982.Periode 1982-1987. Pendiri sekaligus dekan Fakultas Hukum Islam UNNU Temanggung (sekarang STAINU) sejak tahun 1969 hingga  beliau wafat tanggal 23 Sya’ban 1408 H/1987 M . Allahu Yarham. 

Senin, 11 Juli 2011

Notula Seminar

KITA SUDAH TOLERAN,MENGAPA MEREKA BELUM ?

Tasamuh atau toleransi bagi warga Nahdlatul Ulama adalah selalu dikedepankan.Tetapi sementara banyak kelompok baru yang muncul belum menampakkan itu.Akan adil kiranya kalau semua kelompok mau ditolerir tetapi dia harus juga mau toleransi. NU sebagai organisasi tidak pernah memaksa mematikan suatu ormas islam yang sementara oleh kalangan banyak dianggap sesat.Tetapi kelompok tersebut tetap tidak berubah sikapnya tetap mengkafirkan orang yang bukan golongannya.Adilkah  ?