Acara seminar LBM NU Temanggung yang merupakan program kegiatan tahunan berlangsung sukses. Dilaksanakan hari minggu ,3 Juli 2011 di pendopo pengayoman kab. Temanggung bertemakan Mengurai Benang Putih Syari'at dari Benang Merah Radikalisme dengan menghadirkan narasumber DR.KH. Abdul Ghofur MZ dari Sarang-Rembang.Dalam makalahnya yang berjudul Visi Dakwah Rasulullah SAW dipaparkan tentang adanya fikih politik adi kuasa yang ada dan diaplikasikan selama Islam menjadi penguasa.Tetapi ketika khilafah Islamiyah runtuh pada tahun 1924 dengan munculnya sistem demokrasi Musthafa Kemal Attaturk maka oleh sebagian kelompok muslimin, fikih politik adikuasa itu tetap dipertahankan dan dipaksakan untuk ada,padahal situasi sudah berbalik ,kenyataan dunia islam sedang tidak pada pihak yang menang atau menjadi adi kuasa terbukti kemajuan dan kemakmuran justru didominasi negara-negara barat.Kelompok tersebut berdasar pada fikih politik adikuasa ,dituntut untuk menolak realita diatas.Jika perlu dengan kekerasan sekalipun maka kemudian muncullah kelompok Islam radikal.Munculnya kelompok ini di negara Indonesia sangat mengganggu bagi keutuhan NKRI .Narasumber yang juga menjabat wakil ketua Anshor mengharap, agar NU dalam menghadapi kelompok radikal ini untuk tidak henti-hentinya membina dan mengawasi warga nahdliyyin agar tidak mudah terpengaruh ,dengan senantiasa meyakinkan warganya bahwa NKRI sudah final.Dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin yang masyhur dikalangan NU disebutkan bahwa Betawi (Jakarta) dan seluruh jawa adalah Darul Islam sekalipun dikuasai Belanda.Menurut beliau (narasumber), dalam kekuasaan Belanda saja Indonesia dihukumi negara Islam apalagi setelah dipimpin oleh Sukarno dan presiden-presiden penerusnya.Maka NKRI ini sudah Islami dan kalau ada kelompok yang ingin merubah dengan negara Islam ,khilafah atau lainnya maka dipastikan ada agenda-agenda kepentingan mereka yang tersembunyi. -(Disarikan dari Notulen Seminar)-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar